Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2019

MARAH TANPA SEBAB, MUNGKIN ANDA MENGALAMI 6 KEMUNGKINAN INI


Sumber : Halodoc
Ditinjau oleh : dr. Rizal Fadli
07 December 2019

Tingkat emosi tiap orang memang berbeda-beda. Ada orang yang bisa mengendalikan emosinya dengan baik, tetapi ada juga orang yang gampang marah atau tersulut emosinya. Marah sebenarnya adalah emosi yang normal, sama halnya seperti menangis atau tertawa. Namun, bila kamu mudah sekali marah, bahkan tanpa sebab, kondisi ini tidak hanya dapat berdampak buruk bagi orang-orang di sekitar kamu, tetapi marah tanpa sebab juga bisa menjadi pertanda dari kondisi kesehatan tertentu.
Seseorang marah biasanya disebabkan oleh berbagai hal, misalnya karena tersinggung, merasa tidak adil, kecewa, dan sebagainya. Namun, beberapa kondisi kesehatan tertentu kadang-kadang bisa memicu seseorang untuk marah walaupun tidak ada penyebabnya. Berikut ini kondisi kesehatan yang memicu kemarahan:

1. Hipertiroidisme

Salah satu penyebab orang marah tanpa sebab adalah hopertiroidisme. Ini adalah kondisi kesehatan di mana kelenjar tiroid  memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Hipertiroidisme lebih sering dialami oleh wanita.
Hormon tiroid adalah hormon yang mengendalikan sistem metabolisme dalam tubuh kamu. Bila jumlahnya berlebihan, hipertiroidisme dapat menyebabkan kamu gelisah, gugup dan sulit berkonsentrasi. Menurut Dr. Neil Gittoes, seorang ahli endokrinologi di University Hospital Birmingham, hipertiroidisme adalah alasan seseorang mudah marah, bahkan tanpa sebab.

2. Borderline Personality Disorder (BPD)

Borderline Personality Disorder (BPD) atau yang disebut juga gangguan kepribadian ambang adalah gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang sering berubah-ubah serta memiliki perilaku impulsif. Menurut The Mighty, banyak pengidap BPD yang mengalami kemarahan yang tidak terkendali karena masalah pengabaian. Mereka cenderung meledak pada orang-orang terdekat karena mengekspresikan semua kemarahan yang berakar sejak masih kanak-kanak, yaitu ketika orangtua atau orang lain yang dekat dengannya meninggalkan mereka.
3. Diabetes
Seorang pengidap diabetes yang kekurangan gula darah juga bisa marah-marah tanpa sebab. Hal itu terjadi karena ketidakseimbangan kadar gula pada tubuh juga dapat memengaruhi keseimbangan serotonin dalam otak. Akibatnya, pengidap akan menjadi lebih agresif, mudah marah, kebingungan, bahkan terserang panik.

4. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Marah-marah tanpa sebab juga bisa menjadi gejala dari fluktuasi hormon yang dapat terjadi pada kasus premenstrual dysphoric disorder atau PMDD. PMDD merupakan bentuk yang lebih parah dari PMS (premenstrual syndrome) yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang intens pada pengidapnya. Namun, kebiasaan sehat, seperti berolahraga dan makan-makanan bergizi seimbang dapat mengendalikan PMDD. Kadang-kadang, pemberian obat psikiatris dan terapi hormon juga diperlukan. Bila kamu sering marah-marah menjelang periode menstruasi kamu, jangan menganggap bahwa hal itu hanyalah gejala PMS biasa. Segera bicarakanlah pada dokter bila hal itu berdampak signifikan pada hidup kamu.

5. Depresi

Marah-marah atau mudah tersinggung adalah tanda-tanda depresi yang jarang diketahui orang banyak. Kurang dari 1 persen orang yang mengalami depresi mengalami serangan kemarahan, sekitar 10 persen menjadi mudah marah selama episode dan 40 persen menunjukkan ledakan kemarahan.

6. Gangguan Bipolar

Meskipun tidak selalu, tetapi kadang-kadang, kemarahan, perilaku agresif dan ledakan kemarahan dapat menjadi gejala gangguan bipolar. Gejala tersebut terjadi mungkin sebagai akibat kurang tidur atau depresi. Gangguan bipolar juga mencakup manik berenergi tinggi yang dapat berganti dengan episode depresi. Namun, gangguan mental ini dapat diobati dengan terapi dan obat-obatan.

Referensi :
Bustle. Diakses pada 2019. Why Am I Mad For No Reason? 7 Common Causes Of Rage Attacks.

Minggu, 15 Juni 2014

ALANG-ALANG ( "SI LIAR PENUH MANFAAT" )


Alang-alang adalah merupakan tumbuhan yang hidup liar di lahan kosong yang tidak terurus atau merupakan gulma pada lahan pertanian. Di daerah pedesaan tumbuhan alang-alang biasanya dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat atap gubug atau pengganti kuas cat. Apabila kita pelajari secara lebih jauh, ternyata manfaat alang-alang tidak hanya sebatas itu. Dalam bidang kesehatan si gulma liar ini banyak sekali manfaatnya. Kita tidak menyangka bahwa manfaat dari gulma liar yang satu ini luar biasa.


Klasifikasi

Kingdom
:
Plantae
Divisio
:
Spermatophyta
Sub Divisio
:
Magnoliophyta
Class
:
Liliopsida
Ordo
:
Poales
Famili
:
Poaceae
Genus
:
Imperata
Species
:
Imperata cylindrica


Nama lain
 
Alang-alang disebut Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. mayor (Nees) C.E.Hubb., atau Imperata arundinacea Cyrillo atau Lagurus cylindricus L.

Nama Daerah

Tanaman ini dikenal dengan nama daerah ìlalang, hilalang atau kambengan. Bali : Ambengan, Lalang, Ambon : Weli, Welia. Philipina : Kogon, China : Bai mao gen. Jepang : Chigaya. Inggris : Blady grass, cogon grass. Aceh : Naleueng lakoe, jih, rih, ri. Minangkabau : Alang-alang, hilalang. Lampung : Lioh. Jawa barat (Sunda) : Eurih. Jawa : Alang-alang, Kambengan. Madura : kebut, lalang. Maluku : ri, weli, weljo, kuso, kusu-kusu, Irian : gombur, ruren, mesofou, ukua, mentahoi, matawe, urnamu, omasa. Nusa Tenggara : ambengan, re, ati ndlo, witu, kii, luo. Sulawesi : he, padang, padanga, padongo, deya, reja.

SIFAT KIMIAWI
 
Kandungan kimia yang sudah diketahui, antara lain manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, logam alkali. Arundoin, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, B-sitistrol, skopoletin, skopolin, manitol, p-hidroxibenzaladehida.

EFEK FARMAKOLOGIS
 
Tumbuhan ini bersifat : anti piretik (menurunkan panas), diuretik, (peluruh kemih), hoemostatik (menghentikan pendarahan), menghilangkan haus, masuk meridian paru lambung dan usus kecil. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan sejuk.

MANFAAT DAN CARA PENGGUNAANYA
  1. Hepatitis akut menular . Akar ákering 60 gram digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1gelas. Dibagi 2 kali minum. 10 hari untuk 1 pengobatan.
  2. Muntah darah. Akar segar 30 - 60 gram, dicuci bersih, dipotong-potong, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Minum setelah dingin.
  3. Kencing nanah. Akar segar 300 gr dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 2.000 cc air bersih sampai tersisa 1.200 cc, ditambah gula batu secukupnya. Dibagi 3 kali minum atau sebagai teh. Sepuluh hari untuk 1 pengobatan.
  4. Mimisan Akar segar dicuci bersih, ditumbuk dan diperas airnya sampai terkumpul 100 cc, minum. Atau 30 gram akar segar dicuci bersih lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, minum.
  5. Radang ginjal akut. Cuci bersih 60 - 120 gr akar segar, dipotong-potong seperlunya dan digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas air. Dibagi untuk 2 - 3 kali minum. Rebus 60 - 120 gram pegagan segar, minum secara rutin.
  6. Air kemih berdarah. Rebus 100 gram akar segar dengan 2.000 cc air sampai tersisa 1.000 cc.
  7. Rasa haus pada penyakit campak. Rebus 30 gr akar, minum sebagai teh.
  8. Haid tidak teratur. Akar alang-alang 5 jengkal; daun sembung legi 5 lembar; daun kumis kucing 11 lembar; daun seribu 1/2 genggam; temulawak sebesar telur ayam. Semua bahan dibersihkan dan dipotong kecil kemudian direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Angkat dan saring. Jamu ini diminum selama 5 hari menjelang haid.


Sumber :

Suryo, J. (2010), Herbal Penyembuh Wasir dan Kanker Postrat. Yogyakarta : B First
Soenanto, H. (2009), 100 Resep Sembuhkan Hipertensi, Asam Urat dan Obesitas, Jakarta : PT Elexmedia Komputindo.
Tarsono, L. (2008). Tanaman Obat & Jus Untuk Mengatasi Penyakit Jantung, Hipertensi, Kolesterol dan Dtroke, Jakrta : Agromedia Pustaka.
Harmanto, N. (2007). Herbal Untuk keluarga : Jus Herbal segar dan Menyehatkan, Jakarta : PT Elexmedia Komputindo.
Wijaya Kusuma, H dan Dalimartha, S. (1988). Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Darah Tinggi, Bandung : Niaga Swadaya.