Senin, 23 Maret 2020

VCT SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN ONLINE INTERAKTIF DAN KOMUNIKATIF


VCT JABAR BATCH 6  ALTERNATIF  JAWABAN PEMBELAJARAN ONLINE DARURAT PANDEMI COVID-19

Pandemi Covid-19 begitu menyita perhatian penduduk di seluruh dunia (termasuk Indonesia), karena dampaknya yang sangat luas. Dampak dari Covid-19 tidak hanya pada bidang medis saja, tetapi merebak ke berbagai aspek lainnya seperti bidang eknomi dan perdagangan, transportasi, soial masyarakat, agama, media informasi dan juga dunia pendidikan.


Untuk memangkas daur penularannya berbagai upaya dilakukan. Pada dunia pendidikan diantaranya yaitu pelaksanaan perkulian dan proses pembelajaran secara online. Untuk pelaksanaan proses pembelajaran tentunya banyak cara yang dapat dilakukan, mulai dari pemanfaatan Moodle, Google Classroom, Ruang Guru, Rumah belajar, dll. untuk pembelajaran secara mandiri.

Lantas bagaimana jika pembelajaran itu ingin dilakukan secara interaktif? Pembelajaran yang membangun komunikasi langsung antara guru dengan peserta didik tanpa terbatas ruang dan waktu? Ya benar jawabannya adalah melalui Video Conference, baik dengan memanfaatkan Zoom Video, Webex, ataupun yang lainnya. Tetapi tentunya untuk kegiatan vicon dibutuhkan skill untuk melaksanakannya.

Maka untuk menjawab tantangan tersebut, VCT Batch 6 Jawa Barat hadir. VCT Batch 6 ini merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan SEAQIS. VCT Batch 6 menawarkan kepada Anda untuk memperoleh skill dalam mengelola Video Conference secara gratis. Anda bisa mengikuti kegiatan ini hanya dengan modal kuota internet dan sedikit meluangkan waktu. Dalam kegiatan VCT, Anda akan belajar bagaimana membuat Flyer, membuat meeting room gratis dengan menggunakan Webex, melakukan relay meeting, mengelola vicon serta akan memperoleh berbagai wawasan baru dalam berbagai disiplin ilmu dan mendapatkan sertifikat.

Anda dapat memanfaatkan sklill yang diperoleh dari kegiatan VCT ini, khususnya dalam mengelola Vicon untuk berbagai keperluan. Dan bagi seorang pendidik skill dalam pengelolaan vicon dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan Proses Belajar Megajar yang interaktif dan komunikatif secara online, tanpa harus terbatas ruang dan waktu.

Kesimpulannya adalah bahwa VCT Batch 6 Jabar merupakan jawaban yang tepat untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara online di masa pandemi COVID-19 saat ini. Menjadi suatu solusi untuk meningkatkan skill dalam proses pembelajaran online. Jadi apalagi yang Anda tunggu silahkan segera bergabung dengan kami di VCT Batch 6.


Selasa, 10 Desember 2019

MARAH TANPA SEBAB, MUNGKIN ANDA MENGALAMI 6 KEMUNGKINAN INI


Sumber : Halodoc
Ditinjau oleh : dr. Rizal Fadli
07 December 2019

Tingkat emosi tiap orang memang berbeda-beda. Ada orang yang bisa mengendalikan emosinya dengan baik, tetapi ada juga orang yang gampang marah atau tersulut emosinya. Marah sebenarnya adalah emosi yang normal, sama halnya seperti menangis atau tertawa. Namun, bila kamu mudah sekali marah, bahkan tanpa sebab, kondisi ini tidak hanya dapat berdampak buruk bagi orang-orang di sekitar kamu, tetapi marah tanpa sebab juga bisa menjadi pertanda dari kondisi kesehatan tertentu.
Seseorang marah biasanya disebabkan oleh berbagai hal, misalnya karena tersinggung, merasa tidak adil, kecewa, dan sebagainya. Namun, beberapa kondisi kesehatan tertentu kadang-kadang bisa memicu seseorang untuk marah walaupun tidak ada penyebabnya. Berikut ini kondisi kesehatan yang memicu kemarahan:

1. Hipertiroidisme

Salah satu penyebab orang marah tanpa sebab adalah hopertiroidisme. Ini adalah kondisi kesehatan di mana kelenjar tiroid  memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Hipertiroidisme lebih sering dialami oleh wanita.
Hormon tiroid adalah hormon yang mengendalikan sistem metabolisme dalam tubuh kamu. Bila jumlahnya berlebihan, hipertiroidisme dapat menyebabkan kamu gelisah, gugup dan sulit berkonsentrasi. Menurut Dr. Neil Gittoes, seorang ahli endokrinologi di University Hospital Birmingham, hipertiroidisme adalah alasan seseorang mudah marah, bahkan tanpa sebab.

2. Borderline Personality Disorder (BPD)

Borderline Personality Disorder (BPD) atau yang disebut juga gangguan kepribadian ambang adalah gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang sering berubah-ubah serta memiliki perilaku impulsif. Menurut The Mighty, banyak pengidap BPD yang mengalami kemarahan yang tidak terkendali karena masalah pengabaian. Mereka cenderung meledak pada orang-orang terdekat karena mengekspresikan semua kemarahan yang berakar sejak masih kanak-kanak, yaitu ketika orangtua atau orang lain yang dekat dengannya meninggalkan mereka.
3. Diabetes
Seorang pengidap diabetes yang kekurangan gula darah juga bisa marah-marah tanpa sebab. Hal itu terjadi karena ketidakseimbangan kadar gula pada tubuh juga dapat memengaruhi keseimbangan serotonin dalam otak. Akibatnya, pengidap akan menjadi lebih agresif, mudah marah, kebingungan, bahkan terserang panik.

4. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Marah-marah tanpa sebab juga bisa menjadi gejala dari fluktuasi hormon yang dapat terjadi pada kasus premenstrual dysphoric disorder atau PMDD. PMDD merupakan bentuk yang lebih parah dari PMS (premenstrual syndrome) yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang intens pada pengidapnya. Namun, kebiasaan sehat, seperti berolahraga dan makan-makanan bergizi seimbang dapat mengendalikan PMDD. Kadang-kadang, pemberian obat psikiatris dan terapi hormon juga diperlukan. Bila kamu sering marah-marah menjelang periode menstruasi kamu, jangan menganggap bahwa hal itu hanyalah gejala PMS biasa. Segera bicarakanlah pada dokter bila hal itu berdampak signifikan pada hidup kamu.

5. Depresi

Marah-marah atau mudah tersinggung adalah tanda-tanda depresi yang jarang diketahui orang banyak. Kurang dari 1 persen orang yang mengalami depresi mengalami serangan kemarahan, sekitar 10 persen menjadi mudah marah selama episode dan 40 persen menunjukkan ledakan kemarahan.

6. Gangguan Bipolar

Meskipun tidak selalu, tetapi kadang-kadang, kemarahan, perilaku agresif dan ledakan kemarahan dapat menjadi gejala gangguan bipolar. Gejala tersebut terjadi mungkin sebagai akibat kurang tidur atau depresi. Gangguan bipolar juga mencakup manik berenergi tinggi yang dapat berganti dengan episode depresi. Namun, gangguan mental ini dapat diobati dengan terapi dan obat-obatan.

Referensi :
Bustle. Diakses pada 2019. Why Am I Mad For No Reason? 7 Common Causes Of Rage Attacks.