Minggu, 22 Januari 2017

VALIDITAS BUTIR SOAL DENGAN MS EXCELL



Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2010). Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah tiap butir soal yang tersaji dalam tes benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.  

Perhitungan validitas butir soal dilakukan dengan rumus koefisien korelasi Product Moment kasar, kemudian untuk menguji keberartian validitas (koefisien korelasi) soal digunakan statistik uji -t yang dikemukakan oleh Sudjana (2005). Dari hasil uji validitas, maka setiap soal yang dinyatakan valid maka layak dijadikan sebagai soal evaluasi.
Berikut adalah cara uji validitas butor soal dengan menggunakan MS. Excell

MENGHITUNG DAYA PEMBEDA (DP) DAN TINGKAT KESUKARAN (TK) DENGAN MS EXCELL 2010 (REVISI)

Pada artikel terdahulu sudah dipaparkan analisis Daya Pembeda (DP) dan Tingkat Kesukaran (TK) dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Arifin. Berikut adalah contoh penerapannya dengan menggunakan MS Office Excell 2010. Di sini disajikan data hasil koreksi soal pilihan ganda dengan jumlah soal 40 dan banyaknya sampel 40 siswa. 



Untuk latihan langsung saja download contoh file excellnya DI SINI ! (Sudah direvisi)

Catatan : 
Apabila ada permasalahan silahkan tinggalkan pesan pada komentar!

Sabtu, 21 Januari 2017

DAYA PEMBEDA (DP) DAN TINGKAT KESUKARAN (TK)

A.       Daya Pembeda (DP)
Perhitungan daya pembeda soal adalah merupakan pengukuran untuk mengetahui sejauh mana suatu butir soal dapat membedakan peserta didik yang sudah menguasai kompetensi dengan yang belum menguasai kompetensi. Semakin tinggi daya pembeda, berarti butir soal tersebut semakin mampu membedakan peserta didik yang sudah menguasai kompetensi dengan siswa yang belum menguasai kompetensi. (Arifin, 2013 :  273)
Rumus yang digunakan untuk menghitung daya pembeda (DP) menurut Arifin (2013 :  273) adalah:
Keterangan :
DP     =  daya pembeda
WL  =   jumlah peserta didik yang gagal dari kelompok bawah
WH   =   jumlah peserta didik yang gagal dari kelompok atas
n        =   27% x N
Kriteria daya pembeda yang dikembangkan oleh Ebel (Arifin, 2013 : 274) adalah sebagai berikut :
Kurang dari 0,19             =  Jelek
0,20 – 0,29                    =  Cukup
0,30 – 0,39                     =  Baik
Lebih dari 0,40              =  Sangat Baik

B.       Tingkat Kesukaran (TK)
Rumus yang digunakan untuk menentukan tingkat kesukaran (TK) instrument menurut Arifin (2013 : 266) adalah sebagai berikut : 
Keterangan :
WL        =     jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok bawah.
WH        =     jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok atas.
nL          =     jumlah kelompok bawah.
nH         =     jumlah kelompok atas
Kriteria tingkat kesukaran menurut Arifin (2013 : 270) sebagai berikut :
< 0,27                 =  mudah
0,28 – 0,72         =  sedang
>.0,72                 =  sukar

Untuk Lebih jelaskan berikut adalah contoh perhitungan Daya Pembeda dan Tingkat Kesukaran dengan menggunaan MS Excell.